Senin, 07 Juli 2014

Kamera kaleng sarden

Kamera-kamera lomography unik ini diluncurkan oleh perusahaan kamera terkenal bernama La Sardina. La Sardina merupakan salah satu merk kamera yang menjadi favorit. Selama beberapa tahun terakhir, La Sardina menghadirkan beberapa seri kamera lomography dengan desain yang unik. Desain kamera lomo yang unik ini terinspirasi dari kaleng sarden loh.

Rabu, 23 April 2014

Teknik Lomografi

Lomografi memiliki banyak jenis kamera, tapi semuanya memiliki konsep yang sama, jangan pedulikan aturan. Sementara dalam fotografi konvensional, banyak aturan-aturan baku yang harus dipatuhi, seperti speed, shutter, dll. Lomo itu bebas kita dituntut untuk memotret dengan fun. Berbeda dengan kamera biasa seperti SLR yang membutuhkan teknik-teknik tertentu, Lomo tekniknya itu bebas. Hasilnya sangat subyektif. Apa pun hasilnya, itulah Lomo. Orang tertarik ikut Lomo karena tidak ada keterbatasan. Kita kadang bisa membidik lewat viewfinder atau bisa bagaimana saja karena tidak ada batasan yang mengikat. Untuk sementara tinggalkan sejenak teori-teori fotografi dan mari kita mencoba menggunakan Lomografi. Hasil yang didapat juga tak pernah bisa diduga. Inilah bukti kamera bisa bekerja dengan cara yang berbeda. Inilah pemberontakan terhadap teknologi tinggi dan high definiton dalam fotografi. Fotografi memang dapat menghasilkan foto yang bagus, sementara lomografi menghasilkan foto yang unik.

10 Tips Memotret dengan Kamera Lomo
1. Take your LOMO everywhere you go.
Bawalah kamera Lomo anda kemanapun anda pergi, karena dimana pun anda dapat menemukan obyek foto yang tak terduga.
2. Use it anytime - day or night.
Pakailah kamera Lomo anda tanpa batas. Pakai kamera Lomo anda baik siang maupun malam, kapan saja di berbagai situasi dan kondisi.
3. Lomography is not an interference in your life, but a part of it.
Jadikanlah Lomografi sebagai bagian dari diri anda dan nikmatilah waktu anda memotret suatu obyek dengan kamera Lomo.
4. Shoot from the hip.
5. Approach the objects of your lomographic desire as close as possible.
Dekati obyek foto anda sedekat mungkin selain karena kamera Lomo umumnya tidak ada zoom, harus ada feel tersendiri antara anda dengan obyek foto.
6. Don't think.
Jangan berpikir, gunakan hati dan penglihatan anda.
7. Be fast.
Cepat dalam memotret suatu obyek foto, anda tidak perlu banyak berpikir/berteknik.
8. You don't have to know beforehand what you've captured on film.
Anda tidak perlu terlalu memikirkan gambar seperti apa yang akan anda ambil.
9. You don't have to know afterwards, either.
Anda juga tidak perlu memikirkan bagaimana hasil dari gambar yang telah anda ambil.
10. Don't worry about the rules.

Jangan khawatir tentang aturan-aturan fotografi dan jangan terlalu memikirkannya saat anda menggunakan kamera Lomo.

Kamis, 17 April 2014

Sejarah Kamera Lomo

Pada awalnya Michail Panfilowitsch Panfiloff, salah satu tokoh terpenting dalam LOMO Russian Arms and Optical, pabrik senjata dan alat-alat optik Uni Soviet, segera meneliti kamera, nama kameranya Cosina CX-1 yang diberikan oleh Jenderal Igor Petrowitsch Kornitzky, orang kepercayaan Menteri Pertahanan dan Industri Uni Soviet yang diketahui benda tersebut berasal dari Jepang. Setelah diteliti, keduanya sepakat kamera ini patut ditiru dan dikembangkan desainnya. Dengan tujuan kamera tersebut dapat menjadi kebanggaan warga Uni Soviet. Maka pada tahun 1982 mereka membuat Lomo Kompakt Automat. Kamera jenis ini lebih dikenal dengan nama Lomo LC-A.
Kamera tersebut diproduksi dengan cepat dan terjual habis. Diperkirakan penyebarannya pun sampai Vietnam, Kuba dan Jerman Timur, sampai ke pelesir Laut Hitam. Namun berakhirnya era komunis menyebabkan Lomo mati suri. Pada tahun 1991, dua mahasiswa Vienna, Austria yaitu Matthias Fiegl dan Wolfgang Stranzinger menemukan kembali adanya Lomo LC-A di daratan Praha, Ceko. Kamera Lomo LC-A yang mereka temukan itu betul-betul tak terurus. Kotor dan kusam,dan baterainya harus diimpor dari Asia. Rentang waktu 1992 – 1993, menjadi waktu penting atas kebangkitan Lomografi. Matthias Fiegl dan Wolfgang Stranzinger segera pergi berkeliling dunia. Dengan gigih keduanya mengajak teman, kerabat, bahkan orang yang tak mereka kenal untuk mau mencoba Lomo.
Mereka melakukan aksi-aksi promosi, mereka mengambil gambar Kota Praha dengan cara yang tidak lazim, selain itu mereka juga memproduksi kamera jenis tersebut dan menjualnya dengan harga yang jauh lebih miring dibanding kamera lainnya. Sang Lomo akhirnya mulai mengepakan sayapnya kembali, tentunya setelah aksi-aksi promosi yang dilakukan oleh mereka. Lomografi menjadi dikenal kembali, komunitas pun terbentuk pertama kali yang bernama Lomographische Gesellschaft. Melalui komunitas ini pameran lomografi dilaksanakan dibanyak kota besar, seperti St.Petersburg, Wina, New York, Berlin, Cologne, Madrid, Kairo, Tokyo, dll. Karena hal tersebut, kedua mahasiswa tersebut meyakinkan kepala pabrik dan wakil walikota (Vladmir Putin) untuk memproduksi kembali kamera lomo, tapi dalam jumlah besar.



Don't worry about the rules.

Bagi pemula mungkin kalian sering dibuat bingung dengan tampilan foto yang seperti melingkar atau membentuk gradasi warna yang dramatis retro. Kalau kalian kira foto ini hasil dari kamera DSLR kelas high yang berharga belasan juta, kalian salah duga. Karena mereka hanya memakai kamer Lomo.
Ya kamera tipe kuno yang pada umumnya masih mengusung sistem analog ini justru memiliki kekuatan berbeda dari kamera DSLR lengkap dengan aksesoris dengan harga paling mahal sekalipun. Padahal sebuah kamera Lomo hanya dibandrol dengan harga tak lebih dari beberapa ratus ribu, bahkan beberapa puluh ribu saja.
Keistimewaan kamera Lomo sendiri kalian bisa menghasilkan foto unik dengan tampilan yang berkesan dramatis berkat pemanfaatan lensa dari kamera Lomo yang unik. Abaikan segala teknik fotografi yang kalian tahu, toh kamera Lomo tidak dipersenjatai dengan beragam teknik dan pengaturan macam ISO, Aperture dan sebagainya.
Bahkan bagi mereka para pelaku lomografi menggunakan prinsip take the camera everywhere and anywhere, and take a shoot for anythink. Intinya kamera ini sangat fleksibel, cahaya berlimpah atau minim cahaya, benda bergerak atau benda diam, ruang terbuka atau ruang tertutup bisa saja memberi kalian hasil luar biasa. Satu shoot dengan shoot yang lain bisa jadi tidak identik dan memberi efek yang berbeda.
Dan uniknya kini, sudah muncul dipasaran kamera Lomo yang membawa konsep digital. Selama ini kamera Lomo identik dengan kamera analog, yang tetap menggunakan film sebagai penerima gambar. Tapi kini kamera Lomo digital bisa dengan mudah Anda dapatkan.
Pada umumnya, kamera Lomo digital menggunakan lensa dengan filter retro untuk mendapatkan hasil shoot yang terkesan retro. Kamera ini sudah menggunakan sensor CMOS, piksel besar hingga belasan MP, sistem zooming, dan beragam pengaturan standar hingga mendekati kapasitas kamera prosumer. Meski soal harga meninggalkan jauh kamera lomo tipe lama, tapi masih di kawasan harga kamera poket. Jadi tetap terjangkau kan?

Minggu, 13 April 2014

Lomografi


Lomografi adalah sebuah bagian dari fotografi, fotografi menggunakan sebuah kamera khusus yang disebut dengan kamera LOMO. LOMO adalah singkatan dari Leningradskoye Optiko-Mechanichesckoye Obyedinenie (Leningrad Optical Mechanical Amalgamation) merupakan sebuah pabrik lensa yang berada di St.Petersburg, Rusia; yang memproduksi lensa untuk alat-alat kesehatan (seperti untuk lensa mikroskop), alat-alat persenjataan, dan lensa kamera. Meski lahir di Rusia, perkembangan kamera Lomo jauh lebih pesat di Austria. Di Austria perkembangan Lomografi sangatlah pesat karena lomografi merupakan suatu trademark komersil untuk produk-produk yang berkaitan dengan fotografi yaitu Lomographische AG. Lomografi dapat kita sebut dengan seni kreasi murni karena kita dapat memotret suatu obyek dengan kamera manual yang apa adanya. Meskipun alat ini masih tergolong berteknologi sederhana, namun kita dapat menghasilkan foto yang unik dan berbeda dari foto pada umumnya.
Kamera lomografi masih menggunakan film gulung sehingga disebut sebagai fotografi analog sedangkan fotografi modern sudah menggunakan teknologi digital dalam pengambilan gambar maupun pengolahannya. Orang-orang yang menyukai lomografi dan yang suka mengambil foto menggunakan kamera LOMO disebut sebagai "lomografer".
Misteri Lomo terletak pada hasil jepretannya sendiri. Konon, lensa Lomo memiliki kecacatn. Namun kelemahan inilah yang justru membuat hasil jepretan lomo sangat khas dan unik. Kita bisa menemukan warna-warna khas Lomo yang sulit dihasilkan oleh kamera biasa. Dibagian sudut frame, kadang muncul warna gelap yang membentuk kesan artistik yang tidak biasa. Lalu, dalam kondisi pencahayaan normal bisa saja muncul unsur warna biru, merah kuning dan warna lainnya.
Uniknya lagi, kita bisa menghasilkan 4 frame atau lebih dalam sekali jepret. Soalnya, dalam satu kamera Lomo terdapat beberapa lensa. Kejutan lainnya, setiap kamera Lomo juga memiliki kelebihan sendiri-sendiri. Yah, jadi mirip sidik jari gitu deh…karena itu, jika hunting foto bersama teman-teman menggunakan kamera berbeda, hasilnya pun akan berbeda. Makanya, setiap orang bisa menemukan kejutan Lomo masing-masing.