Kamera-kamera lomography unik ini diluncurkan oleh perusahaan kamera terkenal bernama La Sardina. La Sardina merupakan salah satu merk kamera yang menjadi favorit. Selama beberapa tahun terakhir, La Sardina menghadirkan beberapa seri kamera lomography dengan desain yang unik. Desain kamera lomo yang unik ini terinspirasi dari kaleng sarden loh.
Take the camera everywhere and anywhere, and take a shoot for anythink.
Senin, 07 Juli 2014
Minggu, 25 Mei 2014
Senin, 19 Mei 2014
Rabu, 23 April 2014
Teknik Lomografi
Lomografi
memiliki banyak jenis kamera, tapi semuanya memiliki konsep yang sama, jangan
pedulikan aturan. Sementara dalam fotografi konvensional, banyak aturan-aturan
baku yang harus dipatuhi, seperti speed, shutter, dll. Lomo itu bebas kita
dituntut untuk memotret dengan fun. Berbeda dengan kamera biasa seperti SLR
yang membutuhkan teknik-teknik tertentu, Lomo tekniknya itu bebas. Hasilnya
sangat subyektif. Apa pun hasilnya, itulah Lomo. Orang tertarik ikut Lomo
karena tidak ada keterbatasan. Kita kadang bisa membidik lewat viewfinder atau
bisa bagaimana saja karena tidak ada batasan yang mengikat. Untuk sementara
tinggalkan sejenak teori-teori fotografi dan mari kita mencoba menggunakan
Lomografi. Hasil yang didapat juga tak pernah bisa diduga. Inilah bukti kamera
bisa bekerja dengan cara yang berbeda. Inilah pemberontakan terhadap teknologi
tinggi dan high definiton dalam fotografi. Fotografi memang dapat menghasilkan
foto yang bagus, sementara lomografi menghasilkan foto yang unik.
10 Tips Memotret dengan Kamera Lomo
1. Take your LOMO everywhere you go.
Bawalah
kamera Lomo anda kemanapun anda pergi, karena dimana pun anda dapat menemukan
obyek foto yang tak terduga.
2. Use it anytime - day or night.
Pakailah
kamera Lomo anda tanpa batas. Pakai kamera Lomo anda baik siang maupun malam,
kapan saja di berbagai situasi dan kondisi.
3. Lomography is not an interference in your life, but a part
of it.
Jadikanlah
Lomografi sebagai bagian dari diri anda dan nikmatilah waktu anda memotret
suatu obyek dengan kamera Lomo.
4. Shoot from the hip.
5. Approach the objects of your lomographic desire as close as
possible.
Dekati
obyek foto anda sedekat mungkin selain karena kamera Lomo umumnya tidak ada
zoom, harus ada feel tersendiri antara anda dengan obyek foto.
6. Don't think.
Jangan
berpikir, gunakan hati dan penglihatan anda.
7. Be
fast.
Cepat
dalam memotret suatu obyek foto, anda tidak perlu banyak berpikir/berteknik.
8. You don't have to know beforehand what you've captured on
film.
Anda
tidak perlu terlalu memikirkan gambar seperti apa yang akan anda ambil.
9. You don't have to know afterwards, either.
Anda
juga tidak perlu memikirkan bagaimana hasil dari gambar yang telah anda ambil.
10. Don't worry about the rules.
Jangan
khawatir tentang aturan-aturan fotografi dan jangan terlalu memikirkannya saat
anda menggunakan kamera Lomo.
Kamis, 17 April 2014
Sejarah Kamera Lomo
Pada awalnya Michail Panfilowitsch
Panfiloff, salah satu tokoh terpenting dalam LOMO Russian Arms and Optical,
pabrik senjata dan alat-alat optik Uni Soviet, segera meneliti kamera, nama
kameranya Cosina CX-1 yang diberikan oleh Jenderal Igor Petrowitsch Kornitzky,
orang kepercayaan Menteri Pertahanan dan Industri Uni Soviet yang diketahui
benda tersebut berasal dari Jepang. Setelah diteliti, keduanya sepakat kamera
ini patut ditiru dan dikembangkan desainnya. Dengan tujuan kamera tersebut
dapat menjadi kebanggaan warga Uni Soviet. Maka pada tahun 1982 mereka membuat
Lomo Kompakt Automat. Kamera jenis ini lebih dikenal dengan nama Lomo LC-A.
Kamera tersebut diproduksi dengan
cepat dan terjual habis. Diperkirakan penyebarannya pun sampai Vietnam, Kuba
dan Jerman Timur, sampai ke pelesir Laut Hitam. Namun berakhirnya era komunis
menyebabkan Lomo mati suri. Pada tahun 1991, dua mahasiswa Vienna, Austria
yaitu Matthias Fiegl dan Wolfgang Stranzinger menemukan kembali adanya Lomo
LC-A di daratan Praha, Ceko. Kamera Lomo LC-A yang mereka temukan itu
betul-betul tak terurus. Kotor dan kusam,dan baterainya harus diimpor dari
Asia. Rentang waktu 1992 – 1993, menjadi waktu penting atas kebangkitan
Lomografi. Matthias Fiegl dan Wolfgang Stranzinger segera pergi berkeliling
dunia. Dengan gigih keduanya mengajak teman, kerabat, bahkan orang yang tak
mereka kenal untuk mau mencoba Lomo.
Mereka melakukan aksi-aksi promosi,
mereka mengambil gambar Kota Praha dengan cara yang tidak lazim, selain itu
mereka juga memproduksi kamera jenis tersebut dan menjualnya dengan harga yang
jauh lebih miring dibanding kamera lainnya. Sang Lomo akhirnya mulai mengepakan
sayapnya kembali, tentunya setelah aksi-aksi promosi yang dilakukan oleh
mereka. Lomografi menjadi dikenal kembali, komunitas pun terbentuk pertama kali
yang bernama Lomographische Gesellschaft. Melalui komunitas ini pameran
lomografi dilaksanakan dibanyak kota besar, seperti St.Petersburg, Wina, New
York, Berlin, Cologne, Madrid, Kairo, Tokyo, dll. Karena hal tersebut, kedua mahasiswa
tersebut meyakinkan kepala pabrik dan wakil walikota (Vladmir Putin) untuk
memproduksi kembali kamera lomo, tapi dalam jumlah besar.
Don't worry about the rules.
Bagi pemula mungkin kalian sering dibuat bingung dengan
tampilan foto yang seperti melingkar atau membentuk gradasi warna yang dramatis
retro. Kalau kalian kira foto ini hasil dari kamera DSLR kelas high yang
berharga belasan juta, kalian salah duga. Karena mereka hanya memakai kamer Lomo.
Ya kamera tipe kuno yang pada umumnya masih mengusung sistem
analog ini justru memiliki kekuatan berbeda dari kamera DSLR lengkap dengan
aksesoris dengan harga paling mahal sekalipun. Padahal sebuah kamera Lomo hanya
dibandrol dengan harga tak lebih dari beberapa ratus ribu, bahkan beberapa
puluh ribu saja.
Keistimewaan kamera Lomo sendiri kalian bisa menghasilkan
foto unik dengan tampilan yang berkesan dramatis berkat pemanfaatan lensa dari
kamera Lomo yang unik. Abaikan segala teknik fotografi yang kalian tahu, toh
kamera Lomo tidak dipersenjatai dengan beragam teknik dan pengaturan macam ISO,
Aperture dan sebagainya.
Bahkan bagi mereka para pelaku lomografi menggunakan prinsip
take the camera everywhere and anywhere, and take a shoot for anythink. Intinya
kamera ini sangat fleksibel, cahaya berlimpah atau minim cahaya, benda bergerak
atau benda diam, ruang terbuka atau ruang tertutup bisa saja memberi kalian
hasil luar biasa. Satu shoot dengan shoot yang lain bisa jadi tidak identik dan
memberi efek yang berbeda.
Dan uniknya kini, sudah muncul dipasaran kamera Lomo yang
membawa konsep digital. Selama ini kamera Lomo identik dengan kamera analog,
yang tetap menggunakan film sebagai penerima gambar. Tapi kini kamera Lomo
digital bisa dengan mudah Anda dapatkan.
Pada umumnya, kamera Lomo digital menggunakan lensa dengan
filter retro untuk mendapatkan hasil shoot yang terkesan retro. Kamera ini
sudah menggunakan sensor CMOS, piksel besar hingga belasan MP, sistem zooming,
dan beragam pengaturan standar hingga mendekati kapasitas kamera prosumer.
Meski soal harga meninggalkan jauh kamera lomo tipe lama, tapi masih di kawasan
harga kamera poket. Jadi tetap terjangkau kan?
Minggu, 13 April 2014
Lomografi
Lomografi
adalah sebuah bagian dari fotografi, fotografi menggunakan sebuah kamera khusus
yang disebut dengan kamera LOMO. LOMO adalah singkatan dari Leningradskoye
Optiko-Mechanichesckoye Obyedinenie (Leningrad Optical Mechanical Amalgamation)
merupakan sebuah pabrik lensa yang berada di St.Petersburg, Rusia; yang
memproduksi lensa untuk alat-alat kesehatan (seperti untuk lensa mikroskop),
alat-alat persenjataan, dan lensa kamera. Meski lahir di Rusia, perkembangan
kamera Lomo jauh lebih pesat di Austria. Di Austria perkembangan Lomografi
sangatlah pesat karena lomografi merupakan suatu trademark komersil untuk
produk-produk yang berkaitan dengan fotografi yaitu Lomographische AG.
Lomografi dapat kita sebut dengan seni kreasi murni karena kita dapat memotret
suatu obyek dengan kamera manual yang apa adanya. Meskipun alat ini masih
tergolong berteknologi sederhana, namun kita dapat menghasilkan foto yang unik
dan berbeda dari foto pada umumnya.
Kamera lomografi masih menggunakan film gulung sehingga disebut sebagai fotografi analog
sedangkan fotografi modern
sudah menggunakan teknologi digital dalam pengambilan gambar
maupun pengolahannya. Orang-orang yang menyukai lomografi dan yang suka
mengambil foto menggunakan kamera LOMO disebut sebagai "lomografer".
Misteri Lomo terletak pada hasil
jepretannya sendiri. Konon, lensa Lomo memiliki kecacatn. Namun kelemahan
inilah yang justru membuat hasil jepretan lomo sangat khas dan unik. Kita bisa
menemukan warna-warna khas Lomo yang sulit dihasilkan oleh kamera biasa.
Dibagian sudut frame, kadang muncul warna gelap yang membentuk kesan artistik yang
tidak biasa. Lalu, dalam kondisi pencahayaan normal bisa saja muncul unsur
warna biru, merah kuning dan warna lainnya.
Uniknya lagi, kita bisa menghasilkan
4 frame atau lebih dalam sekali jepret. Soalnya, dalam satu kamera Lomo
terdapat beberapa lensa. Kejutan lainnya, setiap kamera Lomo juga memiliki
kelebihan sendiri-sendiri. Yah, jadi mirip sidik jari gitu deh…karena itu, jika
hunting foto bersama teman-teman menggunakan kamera berbeda, hasilnya pun akan
berbeda. Makanya, setiap orang bisa menemukan kejutan Lomo masing-masing.
Langganan:
Postingan (Atom)

